Showing posts with label Pemilihan Raya. Show all posts
Showing posts with label Pemilihan Raya. Show all posts

Sunday, May 6, 2007

"Post Festum" Pemilihan Raya




Tjahja Gunawan Ketua Baru PKK

Tjahja Gunawan, wartawan senior yang kini menjabat wakil kepala desk ekonomi Harian Kompas, terpilih sebagai Ketua Perkumpulan Karyawan Kompas (PKK) yang baru, menggantikan Ketua lama PKK, Syahnan Rangkuti. Tjahja yang biasa disapa GUN, meraih kurang lebih 40 persen suara dari empat kandidat lainnya.

Berikut laporan Panitia Pemilihan Raya Ketua PKK, Tri Agung Kristanto (TRA), kepada seluruh karyawan Kompas:

Setelah ditunggu-tunggu, kertas suara pemilihan Ketua Perkumpulan Karyawan Kompas (PKK) Periode 2007-2009 dari daerah pemilihan Sumatera agian Utara akhirnya diterima panitia pada hari Sabtu.

Dengan disaksikan as Mul, Pak Dar, Mas Heru, Edn, dan sejumlah teman lainnya, kertas suara dibuka dan dihitung. Dari Sumbagut masuk 13 suara, dengan rincian:

1. Frans Mentasir 0 (Jumlah akhir 101 suara)
2. R Adhi Kusumaputra 0 (Jumlah akhir 153 suara)
3. M Rivan 0 (Jumlah akhir 15 suara)
4. Jannes Eudes Wawa 1 (Jumlah akhir 121 suara)
5. Tjahja Gunawan 5 (Jumlah akhir 321 suara)

Abstain/Rusak 7 (Jumlah akhir 51 suara)
Total Suara Akhir 762 (Tujuh Ratus Enam Puluh Dua)
Suara Pemilih Terdaftar 768 (Yangmengisi daftar pemilih)
Karyawan Terdaftar 913 orang
Tingkat partisipasi 762/913 x 100%= 83,46 %

Terima kasih untuk partisipasi dan bantuan teman-teman. Panitia sesuai jadwal akan menetapkan hasil akhir pemilihan ini pada tanggal 7 Mei 2007.

Salam,Tra
Panitia Pemilihan


Sesuai kesepakatan, kartu suara Pemilihan Ketua Perkumpulan Karyawan Kompas (PKK) Periode 2007-2009 dibuka dan dihitung pada hari Jumat, 4 Mei2007 ini. Sekedar mengingatkan, calon Ketua PKK periode 2007-2009, adalah:
(1) Frans Mentasir
(2) R Adhi Kusumaputra
(3) M Rivan (mengundurkan diri)
(4) Jannes Eudes Wawa
(5) Tjahja Gunawan

Sampai Jumat, 4 Mei 2007 pukul 16.30, karyawan yang terdaftarmenggunakan hak pilih atau mengambil kartu suara, adalah 768 orang dari 913 karyawan Kompas yang mempunyai hak pilih atau sekitar 84,11 persen. Tetapi, tidak semua mengembalikan kertas suaranya, karena berbagai alasan. Ada yang ingin menyimpan sebagai kenang-kenangan, ditolak memasukkan kertas suaranya karena terlambat (melewati tanggal 3 Mei 2007 sebagai batas akhir pengumpulan suara), atau ingin netral.

Dari 19 daerah pemilihan yang disiapkan, ternyata di lapangan berkembang menjadi 21 daerah pemilihan, karena Litbang dan Ekspedisi berdiri sendiri menjadi daerah pemilihan. Sampai akhir perhitungan sementara, tinggal daerah pemilihan Sumatera BagianUtara yang belum melaporkan hasil perhitungannya, karena kertas suarase luruhnya langsung dikirimkan ke Jakarta tanpa dihitung lebih dahulu di daerah pemilihan.

Adapun hasil perhitungan sementara sesuai daerahpemilihan, adalah:
1. Frans 101 suara
2. Ksp 153 suara
3. Rivan 15 suara
4. Jan 120 suara
5. Gun 316 suara
Abstain/rusak 44 suara
Total 749 suara

Mas Mba menginformasikan dari Sumatera Bagian Utara ada 15 pemilih. Berarti ada empat orang pemilih yang tidak mengembalikan kertas suaranya dengan berbagai pertimbangan.

Panitia akan mengadakan rapat terbuka untuk menetapkan hasil pemilihan ini pada Hari Senin, 7 Mei 2007 pukul 14.00 di Lantai III Gedung Kompas. Semoga kiriman suara dari Sumbagut sudah sampai, sehingga ada perhitunganfinal. Pada saat itu akan disampaikan distribusi suara selengkapnya sesuai daerah pemilihan/unit.

Kepada Ketua PKK periode 2007-2009 diberikan kesempatan untuk menyusun "kabinet"-nya selama sebulan (30 hari) sejak ada penetapan hasil pemilihan.

Terima kasih untuk partisipasi dan antusiasme teman-teman dalam pemilihan Ketua PKK kali ini.

Salam, Tra
Panitia Pemilihan

Wednesday, May 2, 2007

2806 Karakter (6)


Pemilihan Raya

BERTEPATAN dengan Hari Buruh se-Dunia yang biasa disebut May Day, 1 Mei, di Harian Kompas berlangsung pemilihan raya. Disebut pemilihan raya, sebab inilah pesta demokrasi dua tahunan karyawan Kompas untuk memilih ketua Perkumpulan Karyawan Kompas (PKK) yang baru.

Pemilihan 1 Mei sebagai hari pertama pemilihan raya yang ditetapkan panitia tentu saja ada maksud khusus. Maksud khusus itu bukan bermaksud mengolok-olok hari buruh itu sendiri, tetapi justru turut memperingati hari buruh, sebab karyawan Kompas juga termasuk buruh. Bahkan, pemilihan raya berlangsung tiga hari, hingga 3 Mei.

"Seharusnya pemilihan berlangsung 25 April lalu. Akan tetapi, karena ingin semuanya terbuka, maka pemilihan digelar satu hingga tiga Mei," kata Tri Agung Kristanto, anggota panitia pemilihan bidang verifikasi calon dan pemilih, yang biasa dipanggil Tra.

Pemilihan itu sendiri berlangsung meriah, tetapi tetap tertib dan aman. Tidak ada demo liar. Antusiasme karyawan terlihat saat mereka antri menyalurkan hak demokrasi mereka, termasuk Rien Kuntari, Adi Prinantyo, Nurhidayati, dan Arbain Rambey. Arbain adalah ketua panitia pemilihan. Dotty Damayanti, pengurus PKK lainnya, sedang berada di luar negeri. Salomo Simanungkalit menolak untuk memilih, demikian juga Syahnan Rangkuti. Tidak ada kabar apakah Luhur dan Anung Wedyantoko, anggota PKK lama, turut berpartisipasi dalam pesta demokrasi di Kompas ini.

"Wisudo yang masih tercatat sebagai karyawan juga kami SMS untuk diajak memilih, tetapi yang bersangkutan tidak menjawab," kata Tri Agung mengenai Wisudo.

Sempat ada sas-sus pemilihan raya ini sebagai bentuk dari kudeta telanjang untuk mendongkel pengurus PKK lama. Yah, tergantung darimana melihatnya. Bagi sebagian pengurus PKK lama, mungkin ini kudeta karena mereka masih merasa menjadi pengurus PKK. Sementara dari mereka yang menghendaki pemilihan raya, tentu saja ini hak pengembalian demokrasi yang "diserobot" PKK lama yang secara sepihak memperpanjang kepengurusannya hinga enam bulan.

Orang luar yang tidak tahu menahu isi Kompas dan hanya mengandalkan kesoktahuan mereka, mereka-reka dan berkhayal bahwa Kompas melakukan union busting, pemberangusan serikat pekerja. Ah... tidak ada pemberangusan sarekat pekerja! Bagaimana mungkin karyawan Kompas membiarkan PKK memperpanjang kepengurusannya. Bukankah menunjukkan bahwa PKK masih ada. Benar-benar buta orang yang mengatakan telah terjadi pemberangusan serikat pekerja di Kompas. Apakah PKK itu serikat pekerja? Sepertinya harus ditanyakan pada rumput yang bergoyang.

Kini seluruh karyawan Kompas menunggu siapa yang bakal jadi ketua PKK baru, apakah Frans Mentasir, Adhi KSP, Tjahja Gunawan, atau Jannes Eudes Wawa setelah Rivanto mengundurkan diri. Siapapun yang terpilih, setidak-tidaknya harapan karyawan Kompas adalah pengurus PKK yang baru nanti benar-benar akan menjadi "jembatan" kepentingan seluruh karyawan. Tidak menghabiskan waktu dan energi untuk membela kepentingan satu orang atau segelintir orang saja, tetapi benar-benar kepentingan seluruh karyawan. Kita tutup lembaran lama dan mulai membuka lembaran baru.

Meski demikian, dengan segala rasa hormat, kami ucapkan terima kasih kepada pengurus PKK lama yang setidak-tidaknya memiliki sejumlah program yang sempat direalisasikan, baik yang terasa langsung maupun yang tidak.

Selamat jalan PKK lama, selamat datang PKK baru!